Keterbatasan sarana dan prasarana tidak mengurangi semangat dalam pembelajaran bola basket. Fasilitas yang ada hanya terdiri dari satu ring basket, tiga bola, serta lapangan yang permukaannya tidak rata. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan siswa, diketahui bahwa sebagian besar siswa belum mengenal dan jarang memainkan permainan bola basket. Hal ini menyebabkan motivasi mereka untuk belajar bola basket masih rendah.
Sebagai guru pendidikan jasmani, kondisi tersebut menjadi tantangan yang perlu diatasi. Oleh karena itu, dikembangkanlah inovasi pembelajaran bernama “Smart Basket Zone”. Dalam model ini, kegiatan belajar dibagi menjadi tiga zona atau area latihan, dengan jumlah siswa 36 di mana setiap zona berfokus pada satu teknik dasar bola basket dengan menggunakan satu bola:
Bagaimana keseruannya, yuks simak di https://youtu.be/YF1nglDM8Qc
Tidak ada komentar:
Posting Komentar