Keterbatasan sarana dan prasarana tidak mengurangi semangat dalam pembelajaran bola basket. Fasilitas yang ada hanya terdiri dari satu ring basket, tiga bola, serta lapangan yang permukaannya tidak rata. Berdasarkan hasil observasi dan diskusi dengan siswa, diketahui bahwa sebagian besar siswa belum mengenal dan jarang memainkan permainan bola basket. Hal ini menyebabkan motivasi mereka untuk belajar bola basket masih rendah.
PJOK SMANSAGA
Minggu, 26 Oktober 2025
Smart Basket Zone
Rabu, 24 September 2025
Lari Jarak Pendek
Lari Jarak Pendek (Sprint)
Kelas : 11
1. Pengertian Sprint
Lari
jarak pendek (sprint) adalah aktivitas berlari dengan kecepatan maksimal dalam
jarak tertentu (biasanya 100 m, 200 m, atau 400 m) dengan tujuan mencapai garis
finis secepat mungkin.
Sprint menekankan pada reaksi start, akselerasi, teknik lari, dan kecepatan
maksimal.
2. Teknik Dasar Sprint
- Start
- Gunakan start jongkok (start pendek, sedang, atau
panjang).
- Fokus pada reaksi cepat terhadap aba-aba
"Ya!" atau bunyi pistol.
- Akselerasi
- Fase percepatan setelah start, tubuh condong ke
depan, langkah semakin panjang dan cepat.
- Gerakan Lari (Running Phase)
- Posisi tubuh tegak sedikit condong ke depan.
- Ayunan lengan sejajar bahu.
- Tumpuan pada ujung kaki.
- Panjang dan frekuensi langkah seimbang.
- Finish
- Mencondongkan dada ke depan.
- Bisa dengan menjatuhkan bahu atau dada ke garis
finis.
3. Drill ABC dalam Sprint
Drill
ABC adalah latihan fundamental untuk meningkatkan koordinasi, kekuatan, dan
teknik lari.
Latihan ini terdiri dari:
👉 A-Drill (A Skip / High Knee Drill)
· Tujuan:
Melatih pengangkatan lutut dan ritme langkah.
· Cara
melakukan:
- Angkat lutut setinggi pinggang.
- Dorong kaki ke bawah cepat.
- Ayunan lengan aktif.
· Progresi
latihan:
- Pemula: dilakukan jalan di tempat.
- Menengah: skipping pelan 20–30 m.
- Lanjutan: skipping cepat dengan intensitas tinggi
30–40 m.
· Tujuan:
Melatih ekstensi tungkai dan kontak kaki ke tanah.
· Cara
melakukan:
- Angkat lutut tinggi, kemudian rentangkan kaki ke
depan.
- Tarik cepat kaki ke bawah menyentuh tanah dengan
ujung kaki.
· Progresi
latihan:
- Pemula: lakukan satu kaki bergantian secara
perlahan.
- Menengah: skipping dengan ekstensi tungkai sejauh
20–30 m.
- Lanjutan: intensitas tinggi dengan kecepatan
sprint singkat 30–40 m.
· Tujuan:
Melatih hamstring, kecepatan gerakan, dan koordinasi.
· Cara
melakukan:
- Lari di tempat atau maju sambil menendang tumit ke
arah bokong.
- Ayunan lengan aktif.
· Progresi
latihan:
- Pemula: butt kick di tempat dengan tempo lambat.
- Menengah: lakukan sambil maju sejauh 20–30 m.
- Lanjutan: kecepatan tinggi 30–50 m dengan irama
sprint.
4. Pola
Latihan Drill ABC Bertahap
5. Manfaat
Latihan Drill A, B, C dalam Sprint
☝A-Drill
(High Knee / Lutut Tinggi)
Gerakan: Mengangkat lutut setinggi
pinggang secara ritmis sambil mengayunkan lengan.
Manfaat:
- Mengembangkan kekuatan otot fleksor panggul
(hip flexor) yang berperan penting saat mengangkat lutut dalam sprint.
- Melatih koordinasi gerakan kaki dan lengan,
karena sprint membutuhkan sinkronisasi ayunan lengan dan langkah kaki.
- Meningkatkan frekuensi langkah (stride
frequency), karena gerakan ini menuntut tempo cepat dan ritmis.
- Membentuk kebiasaan postur tubuh yang baik
saat berlari (tegak sedikit condong, lutut aktif).
- Mengurangi risiko cedera karena otot
panggul, paha depan, dan betis dilatih fleksibilitas serta kekuatannya.
☝B-Drill
(Leg Extension / Ekstensi Kaki)
Gerakan: Mengangkat lutut lalu
meluruskan tungkai ke depan, kemudian menekankan kaki ke tanah dengan ujung
kaki.
Manfaat:
- Meningkatkan kekuatan otot paha depan
(quadriceps) dan otot tungkai bawah, yang sangat berperan dalam
mendorong tubuh ke depan.
- Melatih fase “pull down” atau tarikan kaki
ke bawah dengan cepat, yang penting agar langkah lebih eksplosif.
- Mengembangkan kemampuan kontak kaki ke tanah
yang efektif, sehingga tenaga tidak terbuang sia-sia.
- Meningkatkan panjang langkah (stride length)
dengan gerakan dorongan kaki penuh.
- Meningkatkan kontrol tubuh saat lari cepat,
karena melibatkan gerakan lutut–tungkai–kaki yang lebih kompleks daripada
A-Drill.
☝C-Drill
(Butt Kick / Tendang Bokong)
Gerakan: Menekuk lutut sehingga
tumit menyentuh atau mendekati bokong, sambil tetap berlari di tempat atau
maju.
Manfaat:
- Menguatkan otot hamstring (paha belakang)
yang berperan dalam mengayunkan kaki ke belakang dan menarik kaki cepat
setelah menapak.
- Meningkatkan kecepatan ayunan kaki (leg recovery
speed) → mempercepat perpindahan langkah.
- Mengurangi waktu kontak kaki dengan tanah,
karena kaki lebih cepat kembali ke posisi siap mendarat.
- Meningkatkan elastisitas otot tungkai,
membantu mencegah cedera hamstring yang sering terjadi pada sprinter.
- Membentuk pola langkah efisien, karena
ayunan kaki menjadi lebih pendek dan cepat (tidak terlalu panjang yang
bisa menghambat ritme).
Kesimpulan
Umum Drill ABC
- A-Drill → fokus pada frekuensi langkah
& koordinasi lutut-lengan.
- B-Drill → fokus pada panjang langkah
& kekuatan dorong kaki.
- C-Drill → fokus pada kecepatan pemulihan
kaki & kekuatan hamstring.
Jika dilakukan
secara bertahap dan konsisten, drill ABC akan:
✅
Memperbaiki teknik dasar sprint.
✅
Meningkatkan kekuatan otot tungkai dan pinggul.
✅
Membuat gerakan lari lebih ekonomis dan efisien.
✅
Mendukung pencapaian kecepatan maksimal dengan risiko cedera yang lebih rendah.
Rabu, 10 September 2025
Bola Basket
Materi: Permainan Bola Basket
Kelas : 12
Bab 1. Pengertian Permainan Bola Basket
1.1 Definisi
Bola basket adalah permainan beregu yang dimainkan oleh dua
tim, masing-masing terdiri dari lima pemain inti. Setiap tim berusaha
memasukkan bola ke dalam keranjang lawan sebanyak mungkin serta mencegah lawan
melakukan hal yang sama. Bola basket dimainkan di lapangan berbentuk persegi
panjang dengan ukuran standar internasional 28 × 15 meter.
1.2 Sejarah Singkat
Permainan bola basket diciptakan oleh Dr. James Naismith
pada tahun 1891 di Springfield College, Massachusetts, Amerika Serikat.
Awalnya, permainan ini dimaksudkan sebagai aktivitas olahraga dalam ruangan
saat musim dingin. Seiring waktu, bola basket berkembang pesat hingga menjadi
salah satu olahraga paling populer di dunia, termasuk di Indonesia.
1.3 Karakteristik Permainan
- Mengutamakan
kerja sama tim.
- Membutuhkan
keterampilan individu (dribbling, shooting, passing).
- Memerlukan
kondisi fisik prima (kekuatan, kecepatan, daya tahan, kelincahan).
- Permainan
berlangsung cepat dan penuh strategi.
Bab 2. Teknik Dasar Bola Basket
2.1 Menggiring Bola (Dribbling)
Dribbling adalah teknik membawa bola dengan cara
memantulkannya ke lantai menggunakan satu tangan secara berulang-ulang.
- Dribbling
tinggi → digunakan saat bergerak cepat menuju daerah lawan.
- Dribbling
rendah → digunakan untuk melindungi bola dari lawan saat dijaga ketat.
Prinsip dasar dribbling:
- Jaga
pandangan ke depan, bukan ke bola.
- Gunakan
ujung jari (bukan telapak tangan).
- Badan
agak condong ke depan untuk menjaga keseimbangan.
2.2 Mengoper Bola (Passing)
Passing adalah teknik memberikan bola ke teman satu tim.
Jenis-jenis passing:
- Chest
Pass (operan dada) → bola dilempar dari depan dada ke dada teman.
- Bounce
Pass (operan pantul) → bola dipantulkan ke lantai menuju teman.
- Overhead
Pass (operan atas kepala) → bola dilempar dari atas kepala, cocok
untuk oper jarak jauh.
- Baseball
Pass → lemparan panjang menggunakan satu tangan, mirip lemparan dalam
bisbol.
Prinsip passing:
- Kuat,
cepat, dan akurat.
- Dilakukan
sesuai jarak dan kondisi permainan.
2.3 Menangkap Bola (Catching)
Catching adalah teknik menerima bola dari teman dengan
benar.
- Tangan
membentuk setengah lingkaran.
- Pandangan
fokus pada arah datangnya bola.
- Setelah
menangkap, segera posisi siap untuk dribble atau passing.
2.4 Menembak Bola (Shooting)
Shooting adalah teknik melempar bola ke ring dengan tujuan
mencetak angka.
Jenis-jenis shooting:
- Set
Shoot → tembakan dengan posisi berdiri diam.
- Jump
Shoot → tembakan sambil melompat, berguna menghindari blok lawan.
- Lay-up
Shoot → tembakan dekat ring dengan langkah dua kali diakhiri loncatan.
- Free
Throw (lemparan bebas) → tembakan dari garis free throw akibat
pelanggaran.
Prinsip shooting:
- Pegang
bola dengan tangan dominan di bawah bola.
- Gunakan
pergelangan tangan untuk memberi arah.
- Ikuti
gerakan bola dengan "follow through".
2.5 Pivot
Pivot adalah gerakan berputar dengan salah satu kaki sebagai
poros. Fungsi pivot adalah:
- Melindungi
bola dari lawan.
- Mencari
posisi lebih baik untuk passing atau shooting.
2.6 Rebound
Rebound adalah usaha mengambil bola yang memantul dari papan
atau ring setelah tembakan gagal.
- Defensive
rebound → rebound dilakukan tim bertahan.
- Offensive
rebound → rebound dilakukan tim penyerang untuk mendapatkan kesempatan
kedua.
Prinsip rebound:
- Posisi
tubuh di depan lawan.
- Lompat
dengan kedua tangan terangkat.
- Amankan
bola segera setelah mendapatkannya.
Bab 3. Teknik Bermain Bola Basket
3.1 Pertahanan (Defense)
- Man
to Man Defense → setiap pemain menjaga satu lawan secara ketat.
- Zone
Defense → pemain menjaga area tertentu, bukan individu lawan.
Kunci defense:
- Kuda-kuda
rendah, kaki terbuka selebar bahu.
- Pandangan
mengikuti bola, bukan hanya lawan.
- Gerakan
cepat untuk menutup ruang tembak.
3.2 Penyerangan (Offense)
- Fast
Break → serangan cepat setelah merebut bola, dengan memanfaatkan
kecepatan untuk mencetak angka.
- Set
Play → serangan dengan pola terencana, biasanya melibatkan passing
cepat dan pergerakan tanpa bola.
3.3 Kerja Sama Tim
Kerja sama tim sangat penting dalam bola basket. Bentuknya
berupa:
- Passing
cepat dari satu pemain ke pemain lain.
- Rotasi
pemain untuk menciptakan ruang kosong.
- Komunikasi
verbal dan non-verbal di lapangan.
Bab 4. Peraturan Dasar Permainan
4.1 Jumlah Pemain
- Setiap
tim terdiri dari 5 pemain inti dan cadangan.
4.2 Waktu Permainan
- 4
babak × 10 menit waktu efektif (versi FIBA).
4.3 Peraturan Penting
- Travelling:
melangkah lebih dari dua langkah tanpa dribbling.
- Double
Dribble: dribbling, berhenti, lalu dribbling lagi.
- 3
Second Rule: pemain menyerang tidak boleh lebih dari 3 detik di area
key hole lawan.
- 24
Second Rule: tim harus melepaskan tembakan dalam waktu 24 detik.
4.4 Sistem Skor
- Free
throw = 1 poin.
- Field
goal di dalam garis 3 poin = 2 poin.
- Tembakan
dari luar garis 3 poin = 3 poin.
Bab 5. Latihan dan Evaluasi
5.1 Latihan Dasar
- Latihan
dribbling zig-zag → meningkatkan kontrol bola.
- Latihan
passing berpasangan → melatih akurasi.
- Latihan
lay-up kanan dan kiri → melatih keseimbangan.
- Latihan shooting jarak menengah → melatih teknik tembakan.
Rabu, 19 Februari 2025
Aktivitas Kebugaran Jasmani Kelas XI
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN
Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Sugihwaras
PETUNJUK:
- Peserta didik mengawali dengan berdo'a.
- Peserta didik dibagi menjadi 4 kelompok secara heterogen.
- Peserta didik melakukan stretching dan pemanasan secara berkelompok.
- Peserta didik mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan dalam pembelajaran.
- Pelajari materi Aktivitas Kebugaran Jasmani yang berkaitan dengan kesehatan (Kekuatan dan Daya Tahan Cardiovascular).
- Buatlah rancangan latihan kekuatan dengan model Circuit Training terdiri dari 5 POS.
- POS 1 : Otot Bicep
- POS 2 : Otot Perut
- POS 3 : Otot Punggung
- POS 4 : Otot Tricep
- POS 5 : Otot Kaki
- Tentukan bentuk latihan masing-masing POS dan beban latihan (pengulangan)
- Lakukan latihan dalam 2 set.
- Ukur Denyut Nadi sebelum Istirahat dan Denyut Nadi Latihan
- Buatlah format seperti dalam tabel berikut ini
Daftar Nama
Kelompok:
Kamis, 11 Januari 2024
Lembar Tugas Senam Aerobik
Tugas:
- Pelajari dan diskusikan dengan kelompokmu kriteria gerak dasar senam aerobic di bawah ini kemudian praktikkan bersama kelompokmu.
- Lakukan gerakan dengan berirama 4 x 8 hitungan masing-masing gerak dasar.
- Gabungkan gerak dasar kaki dengan gerak dasar tangan, sehingga menjadi gerak kombinasi yang berirama.
Gerakan Dasar Kaki (Step)Senam Aerobik
1. Marching
a. Sikap awal berdiri kaki
rapat.
b. Gerakan inti, langkah
ditempat dengan paha rata-rata air atau lutut ditekuk 90 derajat.
c. Ketika kaki kanan turun
menyentuh lantai langsung diikuti gerakan kaki kiri.
d. Hitungan selalu jatuh pada
kaki kanan.
e. Ulangi gerakan
sampai 8 hitungan.
2. Single Step (ke depan/ke
samping)
a. Sikap awal, berdiri kaki
rapat.
b. Gerakan inti,
· Jika gerakan ke depan/belakang
F Pada hitungan ke 1, Langkahkan
kaki kanan ke depan satu langkah lalu ditutup kaki satunya.
F Pada hitungan ke 2,
Langkahkan kaki kanan ke belakang satu langkah lalu ditutup kaki satunya.
F Hitungan selalu jatuh pada
kaki kanan.
· Jika gerakan ke samping,
F Hitungan ke 1 (ganjil),
langkahkan/buka kaki kanan ke samping lalu ditutup kaki kiri.
F Hitungan ke 2 (genap), langkahkan/buka
kaki kiri ke samping lalu ditutup kaki kanan.
F Hitungan jatuh pada saat
kaki dibuka.
c. Ulangi
gerakan sampai 8 hitungan
3. Double Step
a. Sikap awal berdiri kaki
rapat.
b. Gerakan inti,
· Jika gerakan ke
depan/belakang
F Hitungan 1, Gerakan dimulai
dari kaki kanan melangkah ke depan,lalu diikuti langkah kaki kiri ke depan
melewati kaki kanan.
F Hitungan ke 2, langkahkan
kaki kanan ke depan lagi melewati kaki kiri, lalu ditutup dengan kaki kiri.
F Hitungan 3 dan 4, lakukan
seperti hitungan 1 dan 2 tetapi gerakannya mundur.
F Hitungan selalu jatuh pada
kaki kanan.
· Jika gerakan kesamping
F Gerakan seperti single step
tetapi gerakan kesamping dua kali.
F Hitungan selalu jatuh pada
saat kaki dibuka.
c. Ulangi
gerakan sampai 8 hitungan
4. Easy walk / V Step
a. Sikap awal, berdiri kaki
rapat.
b. Gerakan inti
· Hitungan 1, langkahkan kaki
kanan ke depan agak terbuka ±45 derajat, lalu diikuti kaki kiri kesamping kaki
kanan.
· Hitungan 2, kembali ke
tempat semula diawali kaki kanan lalu ditutup kaki kiri
· Hitungan 3 – 8 sama seperti
hitungan 1 dan 2
c. Ulangi
gerakan sampai 8 hitungan.
5. Grapefine
a. Sikap awal, berdiri kaki
rapat.
b. Gerakan inti
· Hitungan 1 – 2, Gerakan
seperti Double Step ke samping, tetapi kaki kiri tidak ditutup dengan kaki
kanan melainkan disilang dibelakang kaki kanan. Sikap akhir kaki ditutup rapat
seperti sikap awal.
· Hitungan 3 - 4, gerakan ke
samping kiri dengan kaki kanan silang di belakang kaki kiri. Sikap akhir kaki
ditutup rapat seperti sika awal.
c. Ulangi
gerakan sampai 8 hitungan.
6. Lunges
a. Sikap awal, berdiri kaki
rapat
b. Gerakan inti,
· Hitungan 1, langkahkan kaki
kanan ke belakang dengan sikap lutut kaki kiri (depan) ditekuk, lalu kembali
seperti sikap semula.
· Hitungan 2, langkahkan kaki
kiri ke belakang dengan sikap lutut kaki kanan (depan) ditekuk, lalu kembali
seperti sikap semula.
c. Ulangi
gerakan sampai 8 hitungan.
7. Toe touch
a. Sikap awal, berdiri kaki
rapat.
b. Gerakan inti, gerakan
dilakukan dengan mendorong kaki ke depan atau ke samping dengan menyentuhkan ujung
kaki ke lantai, lalu tarik kembali seperti semula.
c. Hitungan ganjil jatuh pada
kaki kanan.
d. Hitungan genap jatuh pada
kaki kiri.
e. Ulangi
gerakan sampai 8 hitungan.
8. Hill touch
a. Sikap awal, berdiri kaki
rapat.
b. Gerakan inti, gerakan
dilakukan dengan mendorong kaki ke depan atau ke samping dengan menyentuhkan tumit
ke lantai, lalu tarik kembali seperti semula.
c. Hitungan ganjil jatuh pada
kaki kanan.
d. Hitungan genap jatuh pada
kaki kiri.
e. Ulangi
gerakan sampai 8 hitungan.
9. Mamboo
a. Sikap awal, berdiri kaki
rapat.
b. Gerakan inti, hitungan jatuh
pada kaki kanan.
-
Hitungan ganjil langkahkan kaki kanan menyilang di depan kaki kiri.
Kemudian kaki kiri melakukan gerakan langkah di tempat.
-
Hitungan genap tarik kembali kaki kanan ke tempat semula, kemudian kaki
kiri melakukan gerakan langkah di tempat.
c. Ulangi gerakan sampai 8
hitungan.
d. Lakukan juga pada arah
sebaliknya, dengan hitungan jatuh pada kaki kiri sampai 8 hitungan.
Gerakan Tangan Senam Aerobik
1.
Arm Curl
(Flexy)
-
Sikap awal,
tangan mengepal lurus ke bawah di depan
badan tangan menghadap ke depan
-
Hitungan 1, tekuk
siku sampai kepalan tangan dekat dengan dada lalu kembali lurus spt semula.
-
Hitungan 2 sampai
8 gerakan seperti hitungan 1.
-
Ulangi gerakan
dengan berirama 8 hitungan.
2. Butterfly
-
Sikap awal kedua
tangan rapat mengepal angkat di depan kepala siku menghadap depan dan ditekuk
900.
-
Hitungan 1, buka
tangan hingga tangan menghadap ke depan lalu tutup seperti semula.
-
Hitungan 2 sampai
8 geerakan seperti hitungan 1.
-
Ulangi gerakan
dengan berirama 8 hitungan.
3. Push
-
Sikap awal,
tangan mengepal di depan dada menghadap ke bawah siku lurus ke samping 900.
-
Hitungan 1,
dorong tangan ke depan hingga lurus lalu tekuk kembali seperti semula.
-
Hitungan 2 sampai
8 gerakan seperti hitungan 1.
-
Ulangi gerakan
dengan berirama 8 hitungan.
-
Gerakan bisa
dikombinasikan dengan dorongan ke atas
4. Pull
-
Sikap awal,
tangan diangkat lurus ke atas tangan terbuka.
-
Hitungan 1, tari tangan
ke bawah sambil mengepalkan tangan siku di tekuk lalu kembali seperti semula
-
Hitungan 2 sampai
8 gerakan seperti hitungan 1.
-
Ulangi gerakan
dengan berirama 8 hitungan.
